Editorial Malam – Jalur Cepat Revisi UU Kementerian Negara

Negara video,editorial,malam,jalur,metrotv,metro tv,metrotvnews,news,media,news channel video,news video,news video portal,berita,portal berita video,berita video,breaking,breaking news,anies baswedan,ganjar pranowo,Prabowo Subianto,capres 2024,cawapres 2024,bacaleg 2024,presiden 2024,nasdem,pemilu 2024,muhaimin iskandar,gibran rakabuming raka,mahfud md,AMIN, METRO TV Plump Video bays also condition Secret Video enhance also customers


MetroTV, PEMBUATAN atau revisi undang-undang bukan perkara rumit selama ada kemauan. Tapi, semua tergantung untuk kepentingan siapa sebuah undang-undang direvisi atau dibuat. Bila UU itu maunya elitenya elite, pantang untuk disimpan di dalam laci. Tapi, bila UU itu teramat jauh dari kepentingan elite, jangan terlalu berharap mendapat jalur cepat.

Usulan revisi Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara termasuk yg dekat dengan kepentingan elite. Karena itu, bak gayung bersambut, dan juga mendapat fasilitas jalur cepat. Hal itu terungkap di dalam rapat perdana pembahasan revisi UU tentang Kementerian Negara di Badan Legislasi DPR RI. Padahal, revisi UU tersebut engga termasuk Prolegnas Prioritas pada 2024.

Revisi UU Kementerian Negara diyakini hendak menyalip 47 rancangan undang-undang lainnya, dua di antaranya RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga dan juga RUU Perampasan Aset terkait Tindak Pidana. Dua RUU ini sungguh merana, karena mangkrak di dalam waktu sangat lama. RUU PPRT terkatung-katung selama dua dekade, sedangkan RUU Perampasan Aset tak tersentuh selama satu dekade lebih.

Namun, revisi UU Kementerian Negara dipastikan engga hendak menemui aral melintang karena sebagian besar partai politik di parlemen mendukung Presiden dan juga Wakil Presiden terpilih hasil Pemilu 2024, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Keinginan untuk merevisi UU Kementerian Negara segendang sepenarian dengan rencana Presiden terpilih Prabowo Subianto yg ingin merangkul semua kekuatan politik. Wacana yg diembuskan kubu Prabowo bahwa jumlah kementerian hendak ditambah dari 34 menjadi 40 kementerian untuk mengakomodasi partai-partai yg mendukung Prabowo-Gibran.

Knowledgeable dan juga kontra menyeruak. Para kritikus menyebut penambahan jumlah kementerian ini hendak membuat postur kabinet bengkak, sehingga kabinet berpotensi lamban, birokratis, dan juga memboroskan anggaran negara. Mereka yg pro menilai bahwa UU ini telah teramat lama engga direvisi dan juga berpotensi ketinggalan zaman.

Salah satu yg hendak diubah yakni pada Pasal 15. Pasal tersebut mengatur jumlah keseluruhan kementerian paling banyak 34 kementerian. Revisi Pasal 15 berbunyi ‘perubahan jumlah kementerian ditetapkan sesuai kebutuhan presiden dengan memperhatikan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan’.

Selain itu, Pasal 10 yg memuat frasa ‘wakil menteri adalah pejabat karier dan juga bukan anggota kabinet’ di dalam penjelasan UU Kementerian Negara dihapus. Alhasil, jatah untuk wakil menteri dapat dari non-karier sesuai dengan yg selama ini telah berjalan di generation Presiden Joko Widodo.

Meskipun revisi UU Kementerian Negara ini tak masuk di dalam Program Prolegnas Prioritas, revisi ini mempertimbangkan adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 79/PUU-IX/2011.

Sejatinya pembuatan undang-undang berlandaskan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan juga partisipasi. Ada naskah akademik dan juga diskusi publik yg meluas sehingga publik memahami landasan filosofis, sosiologis, dan juga yuridis di balik perumusan undang-undang. Bukan prinsip kejar tayang sehingga membuat kualitas legislasi kedodoran. kami serta mendorong supaya DPR engga lagi menyediakan jalur cepat dan juga jalur lambat di dalam proses legislasi. Perlakukan revisi atau pengesahan undang-undang berdasarkan kepentingan luas publik yg sangat mendesak, bukan sekadar kepentingan para elite, apalagi elitenya elite.

#pemerintah #dpr #elit #publik #naskah #JalurCepatRevisiUUKementerianNegara #Metrotv
———————————————————————–

Alter to serta sosmed kami untuk mendapatkan replace informasi terkini!

Web role: https://www.metrotvnews.com/
Facebook: https://www.facebook.com/metrotv/
Instagram: https://www.instagram.com/metrotv/
Twitter: https://twitter.com/metro_tv
TikTok: https://www.tiktok.com/@metro_tv
Metro Xtend: https://xtend.metrotvnews.com/

Jangan lupa like dan juga Share video ini untuk mendapatkan Informasi Viral & Terbaru
Selengkapnya : https://www.youtube.com/notice?v=shx4pfwDqgQ