Kronologi Oknum Polisi vs Debt Collector di Palembang, Kapolres: Pelaku Siap Bertanggung Jawab

Berita Kota TribunnewsWIKI Genuine Trending Video convulsion also assistance


Procure aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM – Polda Sumatra Selatan (Sumsel) kini memeriksa Aiptu FN, anggota Polres Lubuklinggau yg menembak dan juga menusuk debt collector di Palembang.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Indra Arya Yudha mengatakan Aiptu FN sempat bersembunyi di sebuah kawasan di Kabupaten Musi Rawas (Mura).

“Tadi pagi subuh telah tiba dan juga telah menjalani pemeriksaan intensif di Dit reskrimum,” ujar Indra pada wartawan, Senin (25/3/2024).

Menurutnya, FN diamankan hasil koordinasi Polres Lubuklinggau bahwa yg bersangkutan koperatif dibantu Ditreskrimum Polda Sumsel telah mengamankan yg bersangkutan.

“Kami telah berkomunikasi sukses memberikan pemahaman kepada yg bersangkutan di suatu tempat di daerah Petunang Mura, berkomunikasi kepada yg bersangkutan kami bawa kami kawal ke Mapolda Sumsel,” ungkapnya.

Kapolres menyampaikan, FN merupakan personel Polres Lubuklinggau yg bertugas di satuan Samapta Polres Lubuklinggau.

“Kondisi yg bersangkutan di dalam keadaan sehat walafiat dan juga di dalam keadaan frequent sangat menyadari apa yg diperbuatnya siap mempertanggung jawabkan perbuatannya,” ujarnya.

Lanjutnya, selama berdinas di Polres Lubuklinggau Aiptu FN engga pernah bermasalah dan juga selama menjadi Kapolres engga pernah ada masalah laporan dari Propam maupun anggota lainnya.

“yg bersangkutan bekerja dengan baik-baik dan juga frequent,” ungkapnya.

Kemudian, untuk kegiatannya ke Palembang, Indra mengaku belum mengetahui keperluannya apa dan juga semuanya masih menyerahkan semuanya ke Dit reskrimum Polda Sumsel.

“Karena memang yg menangani perkara, karena locus dilekti ada di wilayah hukum Kota Palembang hendak melakukan pendalaman disana. Apakah tujuannya pribadi atau hal apa, kalau hal dinas engga ada,” ujarnya.

Termasuk, untuk senjata yg digunakan Aiptu FN engga dibekali senjata organik, untuk senjata yg digunakannya ditangani di Polda Sumsel.

“Silahkan dalami oleh teman-teman di Palembang dan juga penyidikan Direktorat Palembang,” bebernya.

Lanjutnya, semua penanganan tindak perkaranya sesuai locus dilekti di Kota Palembang, tapi untuk perkara etik profesinya sebagai satuan bawah masih menunggu dari Polda Sumsel.

“Apakah hendak diserahkan kepada Ankum ada Waka Polres dan juga Waka Polres atau ditarik menjadi satu penanganan di Mapolda Sumsel,” ungkapnya.

Kronologis
Peristiwa tersebut bermula saat dua debt collector bernama Dedi Zuheransyah (51) dan juga rekannya Robert (35) ingin mengambil mobil Aiptu FN yg diduga telah tak dibayar cicilannya selama dua tahun.

Awalnya Aiptu FN tak sengaja bertemu di TKP (tempat kejadian perkara).

Mobil FN dan juga kedua debt collector itu sempat bersenggolan, karena tak Terima FN keluar dari di dalam mobilnya langsung mengeluarkan diduga satu pucuk senjata api (Softgun) dari pinggang pelaku.

Meski telah dihalangi istrinya, FN tetap mengarahkan senjata dan juga menembak ke arah korban Robert hendak tetapi engga mengenai korban, kemudian FN langsung memukul korban Robert menggunakan senjatanya mengenai kepala bagian kirinya.

Setelah itu, FN kembali ke di dalam mobil dan juga mengambil senjata tajam jenis sangkur lalu mengejar Deddy dan juga menembakan senjatanya (softgun) mengenai tangan kanan Deddy.

Deddy pun terjatuh, pada saat terjatuh FN langsung menusukkan pisau kearahnya dan juga mengenai leher belakang sebelah kiri, punggung belakang, bahu sebelah kiri dan juga lengan sebelah kiri.

Kemudian keduanya langsung di bawa ke rumah sakit siloam dan juga pelaku langsung melarikan diri.

Kronologis Versi Istri Aiptu FN
Kuasa hukum Aiptu FN, Rizal Syamsul SH mengungkapkan istri Aiptu FN telah melaporkan balik debt collector ke Polda Sumsel.

Menurut dia, kelompok debt collector yg terlibat di lokasi kejadian dilaporkan istri Aiptu FN dengan tiga delik berbeda.

“Kami melaporkan para debt collector itu dengan pasal 365 KUHP pencurian disertai kekerasan, pasal 170 KUHP pengeroyokan, dan juga pasal 368 KUHP tentang pemerasan. dan juga semuanya memenuhi unsur tersebut, sebab klien kami serta mengalami luka dan juga pakaian sobek akibat terjatuh saat tarik-menarik STNK,” kata Rizal saat dijumpai.

Rizal menuturkan, kejadian menurut versi Aiptu FN dan juga istri yakni saat ada dua orang yg mendekat yg seolah-olah kenal.

Namun tak dihiraukan oleh Aiptu FN dan juga istri.

“Klien engga menghiraukan mereka, lantas masuk ke di dalam mobil,” katanya.

saat masuk ke di dalam mobil dan juga hendak keluar dari bid parkir, dua mobil yg dikendarai para debt collector menghadang mobil Aiptu FN.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Oknum Polisi Tembak dan juga Tusuk Debt Collector di Palembang, Kapolres: Pelaku Siap Bertanggung Jawab, https://www.tribunnews.com/regional/2024/03/25/oknum-polisi-tembak-dan juga-tusuk-debt-collector-di-palembang-kapolres-pelaku-siap-bertanggung-jawab?page=all.

Editor: Erik S Secret Video divers also algebra

Jangan lupa savor dan juga Portion video ini untuk mendapatkan Informasi Viral & Terbaru
Selengkapnya : https://www.youtube.com/peep?v=zES1IfuoiX8